<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>..::Diani SITE ::.. &#187; Penyejuk Hati</title>
	<atom:link href="http://diani03.wordpress.com/category/penyejuk-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://diani03.wordpress.com</link>
	<description>"Ketika harus Berubah, maka berubahlah menuju kata hati terdalam"</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Oct 2009 05:38:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='diani03.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5065123b3fe2221e40dbf2c6ad960f11?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>..::Diani SITE ::.. &#187; Penyejuk Hati</title>
		<link>http://diani03.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title></title>
		<link>http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/45/</link>
		<comments>http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/45/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 05:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diani03</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/45/</guid>
		<description><![CDATA[

&#8230;:: MEMILIH JODOH ::&#8230;
Pagi tadi ini saya membaca artikel majalah wanita tentang menguatkan hati untuk memilih pasangan hidup…
Artikel itu mengingatkan saya akan diskusi dengan temen saya beberapa waktu yang lalu tentang cara menentukan pilihan qta menentukan dan memilih seorang pendamping hidup. Meskipun seorang wanita yang dikaruniai “sembilan perasaan dan satu pikiran” (suatu kalimat untuk wanita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=45&subd=diani03&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8230;:: MEMILIH JODOH ::&#8230;</strong></p>
<p>Pagi tadi ini saya membaca artikel majalah wanita tentang menguatkan hati untuk memilih pasangan hidup…<br />
Artikel itu mengingatkan saya akan diskusi dengan temen saya beberapa waktu yang lalu tentang cara menentukan pilihan qta menentukan dan memilih seorang pendamping hidup. Meskipun seorang wanita yang dikaruniai “sembilan perasaan dan satu pikiran” (suatu kalimat untuk wanita yang entah dari mana asalnya), wanita harus <strong>smart</strong> dalam menentukan dan memilih jodoh untuk mendampingi hidup qta dan berjuang menjalankan tugas qta sebagai seorang manusia yang terlahirkan di dunia.. sebagai khalifah di dunia.</p>
<p>Smart dari wanita adalah pertimbangan dalam menentukan dan memilih  jodoh, yaitu:<br />
1. Pikiran.<br />
2. Hati<br />
3. Perasaan</p>
<p>Pikiran, wanita harus smart menggunakan pikirannya dalam menentukan dan memilih jodohnya. wanita harus mempertimbangkan foktor-faktor real untungruginya memilih seseorang sebagai pendamping hidup. Cari yang sevisi dan semisi dengan jalan hidup qta.</p>
<p>Hati, wanita harus bertanya pada hati kecilnya yang cenderung berkata benar. Qta harus dapat membedakan antara suara hati qta dan hasrat yang cenderung bersifat ke arah nafsu. Disini harus ada komunikasi antara qta sebagai manusia dengan pemilik kehidupan ini, qta bisa mempertanyakan apakah jodoh qta adalah si A dengan sholat istikharah. Temukan suara hatimu…</p>
<p>Perasaan, pendamping hidup adalah seorang yang akan menemani qta selama sisa hidup qta. Dia tempat berbagi, curhat bagi qta. Dia harus dapat menerima qta dalam keadaan terpuruk sekalipun. Dia harus dapat menghibur disaat qta bersedih. Pun sebaliknya. Wanita harus mempunyai “rasa” terhadap pasangan yang akan dipilihnya.</p>
<p>Bismillahirrahmannirrahim… kumulai mempertimbangkan dan memilih… Kupertimbangkan dengan pikiran, hati dan yang terakhir perasaanku..<br />
Semoga rahmad NYA selalu tercurahkan untuk qta semua.<br />
Amien</p>
<p>By: Widawati</p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diani03.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diani03.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diani03.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diani03.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diani03.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diani03.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diani03.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diani03.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diani03.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diani03.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=45&subd=diani03&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9168283a4df9152fb35a28d6cde49fa3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diani03</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/44/</link>
		<comments>http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/44/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 05:28:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diani03</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/44/</guid>
		<description><![CDATA[Hidupkan Cinta dengan Panggilan Sayang

DALAM hidup berumah tangga, apalagi ketika usia perkawinan yang sudah lama, sering kali pasangan merasakan kejenuhan. Jika sudah begitu, masalah yag sepele akan dianggap serius oleh salah satu pihak, dan pertengkaran pun terjadilah.
Sebenarya banyak cara pasangan suami istri untuk memperbaiki atau menghangatkan kembali hubungan dalam perkawinannya. Mungkin saja pasangan merencanakan kembali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=44&subd=diani03&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 style="text-align:center;">Hidupkan Cinta dengan Panggilan Sayang</h1>
<p><span style="font-size:x-small;"></p>
<p align="justify">DALAM hidup berumah tangga, apalagi ketika usia perkawinan yang sudah lama, sering kali pasangan merasakan kejenuhan. Jika sudah begitu, masalah yag sepele akan dianggap serius oleh salah satu pihak, dan pertengkaran pun terjadilah.</p>
<p align="justify">Sebenarya banyak cara pasangan suami istri untuk memperbaiki atau menghangatkan kembali hubungan dalam perkawinannya. Mungkin saja pasangan merencanakan kembali bulan madu kedua, atau sekadar pergi menonton berdua.</p>
<p align="justify">Namun untuk mempererat hubungan suami istri atau memberi makna istimewa terhadap hubungan tersebut bisa juga dengan cara yang terlihat lebih sederhana. Salah satunya adalah dengan menggunakan panggilan sayang terhadap pasangan, seperti layaknya orang yang sedang berpacaran.</p>
<p align="justify">Panggilan sayang suami terhadap isteri atau isteri terhadap suami, ternyata memberi dampak yang sangat luar biasa bagi kehidupan berumah tangga. Bagi pasangan suami isteri (pasutri) yang baru menikah, panggilan sayang akan lebih mendekatkan satu sama lain. Hubungan keduanya pun akan terasa tanpa jarak yang kaku. Sedangkan bagi pasutri yang sudah lama berumah tangga, panggilan sayang dapat menghidupkan kembali cinta yang mungkin sudah terasa sangat biasa. Akan tetapi dalam menentukan panggilan sayang itu ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan.</p>
<p align="justify">Psikolog Dra. Selly Mahliyani, S.Psi. dari Rumah Sakit Al Islam Bandung menyatakan, paling tidak ada dua hal penting yang harus dipertimbangkan pada saat pasutri akan memberi panggilan sayang kepada pasangannya.</p>
<p align="justify">Pertama, panggilan sayang untuk suami, sebaiknya gunakan nama yang lebih memberi kesan respek pada pria. Pasalnya, kata Selly, pria berbeda dengan wanita. Pria lebih senang dengan panggilan nama yang merujuk pada kepemimpinan, pelindung, dan pemberi rasa nyaman. Sedangkan perempuan yang katanya lebih peka perasaannya justru senang dengan nama-nama panggilan yang mengesankan cinta seperti &#8220;honey&#8221;, &#8220;sayang&#8221;, &#8220;cinta&#8221;, dll.</p>
<p align="justify">Kedua, perhatikan kultur pasangan. Ada beberapa kultur tertentu yang justru kurang menerima bila seseorang, terutama suami dipanggil dengan sebutan nama. Contohnya dalam kultur Sunda dan Jawa. Keduanya sangat jarang memanggil pasangan dengan sebutan nama langsung. &#8220;Kesan yang muncul terlalu berani, kurang sopan,&#8221; ujar Selly menjelaskan.</p>
<p align="justify">Kendati demikian, ada beberapa pasangan &#8212; biasanya dari kalangan pasangan muda&#8211; yang justru merasa lebih egaliter dengan cara memanggil nama pasangan masing-masing. &#8220;Tapi kalau memanggilnya di depan anak-anak kan sepertinya kurang sopan,&#8221; ujar Selly yang mewanti-wanti harus memerhatikan betul masalah panggilan sayang ini.</p>
<p align="justify">Tidak melecehkan</p>
<p align="justify">Ada beberapa pasangan yang menggunakan panggilan sayang dengan nama-nama yang terkesan melecehkan secara fisik. Seperti &#8220;Ndut&#8221;, &#8220;Jahe&#8221; (raja hees atau jago tidur), dll. Panggilan-panggilan seperti itu menurut Selly, harus dibuang jauh-jauh. Karena justru akan menjatuhkan satu sama lain. &#8220;Tidak ada lagi penghargaan dan ungkapan sayang,&#8221; ujarnya tegas.</p>
<p align="justify">Menurutnya, panggilan sayang suami isteri sudah dicontohkan Rasulullah Saw kepada Aisyah. &#8220;Karena Aisyah pipinya selalu tampak kemerahan, maka Rasulullah memanggilnya dengan sebutan Khumaira. Walau berkenaan dengan fisik tetapi ada kesan sayang,&#8221; ujar Selly.</p>
<p align="justify">Panggilan sayang, kata Selly, bukan saja dapat menghidupkan kembali cinta yang mungkin sudah mulai &#8220;redup&#8221;. Tetapi juga dapat menguatkan ikatan pernikahan. Bahkan, dalam panggilan sayang juga terdapat semacam afeksi sehingga satu sama lain akan merasa lebih nyaman bila pasangannya memanggil dengan panggilan sayang tersebut.</p>
<p align="justify">&#8220;Apalagi penghargaan. Nama itu kan identik dengan penghargaan. Bila nama yang disebutkan itu adalah panggilan sayang, maka seseorang bukan saja akan merasa dilindungi, nyaman, tetapi juga merasa dihargai,&#8221; imbuhnya.</p>
<p align="justify">Selain ungkapan-ungkapan cinta dan kasih sayang, panggilan sayang juga dapat diambil dari peristiwa-peristiwa atau sejarah perjalanan cinta pasangan yang paling berkesan dan berarti. Misalnya saat pertemuan pasangan itu Juni, pasutri tersebut bisa memanggil suaminya dengan sebutan Juni atau lainnya.</p>
<p align="justify">Pokoknya, kata Selly, panggilan-panggilan itu harus menumbuhkan penghargaan satu sama lain. Sehingga pada saat nama itu disebutkan, setiap pasangan akan merasakan cinta selalu tumbuh, bahagia, dan nyaman berada di sampingnya.</p>
<p align="justify">Nah, apakah Anda sudah mempunyai nama panggilan sayang untuk pasangan? Jika belum, ingat-ingatlah lagi apa momen paling spesial pasangan Anda. Siapa tahu dengan Anda memberi nama baru kepada pasangan, cinta Anda terhadap si dia akan kembali tumbuh atau bahkan menghangat selamanya. Sumber: (Eriyanti/&#8221;PR&#8221;)***</p>
<p></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diani03.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diani03.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diani03.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diani03.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diani03.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diani03.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diani03.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diani03.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diani03.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diani03.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=44&subd=diani03&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/44/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9168283a4df9152fb35a28d6cde49fa3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diani03</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/42/</link>
		<comments>http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/42/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 05:11:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diani03</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diani03.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[







..::10 KRITERIA CALON SUAMI IDAMAN::..
Setiap kali aku ditanya tentang kriteria pasangan hidup yang aku dambakan, 10 poin berikut ini takkan ada yang luput :

Cerdas. Bukan berarti pintar di atas kertas, tapi dia bisa beradaptasi di lingkungan manapun dia berada, nyambung diajak ngobrol apa saja. Kalaupun dia belum ngikutin perkembangan tentang topik yang dibicarakan, dia ga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=42&subd=diani03&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table style="height:14px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="605">
<tbody>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:center;"><strong>..::10 KRITERIA CALON SUAMI IDAMAN::..</strong></p>
<p>Setiap kali aku ditanya tentang kriteria pasangan hidup yang aku dambakan, 10 poin berikut ini takkan ada yang luput :</p>
<ol>
<li><strong>Cerdas</strong>. Bukan berarti pintar di atas kertas, tapi <strong>dia bisa beradaptasi di lingkungan manapun dia berada</strong>, nyambung diajak ngobrol apa saja. Kalaupun dia belum ngikutin perkembangan tentang topik yang dibicarakan, dia ga berusaha untuk sok tahu. Kalau handsome tapi ga nyambung … tidak lah ya……… !!! Smart can make someone look handsome but handsome cant make someone look smart.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>PD (bukan berarti narsis)</strong>. Ini ga boleh ditawar-tawar karena yang Aku alami selama ini para lelaki mundur hanya dikarenakan alasan yang dicari-cari karena faktor ketak-pede-an mereka. Pokoknya kalau co dah bilang gini aja “pendidikan kamu lebih tinggi dari aku”, atau “Teman-teman kamu banyak orang penting sementara aku…. “, atau “Pendidikan agamaku masih jauh dibanding kamu…” rasanya Aku langsung lemez deh. Gimana mau jadi imam yang bisa ngarahin istri kalau hal-hal remeh tersebut jadi hal besar untuk diungkapkan. Allah ga nyari master kok untuk buat masuk syurga hahaha… kenapa jadi sewot ama status pendidikan sendiri? Gara-gara cowok nih…hihihihi….</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>Berwawasan Islam</strong>… Bukan berarti dia harus hafal Sejarah Islam atau seabrek teori tentang ke Islaman. <strong>Orang yang berwawasan Islam, akan semati-matinya untuk ga ngerjain apa yang ga disuka Allah dan berusaha sekuat tenaga untuk ngerjain yang disuka Allah</strong>. Tau darimana ? Dari attitudenya donk… Tiap manusia kan diberi “chip” bernama nurani oleh Allah. Makanya, ga ada manusia yang suka ama perbuatan jelek seperti “merampok” sekalipun dia seorang perampok. Coba tanya perampok deh… Hii… engga lah ya…. Aura positifnya akan lebih menonjol dibanding aura negatifnya karena kita tahu nobody’s perfect, jadi pasti ada sifat negative dan positive … Dia ngerti tugasnya ga hanya jadi imam di dunia tapi juga sampai akhirat. Jadi terlihat sulit klo cuma dipikirin. Serem lo klo cuma tau teori dan kaku dalam aplikasinya. Banyak tuh teman Aku yang nikah ama aktivis dakwah “menjerit” karena suami nya menerapkan aturan “istri harus di rumah saja”. Siti Khadijah ketemu Rasulullah di saat jadi saudagar (pedagang, red) kok….dan aku belum nemu buku yang bilang klo bunda Khadijah berhenti berdagang setelah menikah. Hmm…? (ada ga sih ?)</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>Humoris</strong>. Ga kebayang deh, Aku yang segini talkactive and jail tiba-tiba harus berdampingan seumur hidup ama orang yang ga punya selera humor dan kaku. Wah bisa serasa di kuburan kali .. ???&#8230;.Tapi humornya juga harus cerdas… bukannya diada2in dan akhirnya garing atawa konyol. Ketawa bareng tentunya lebih seru daripada ketawa sendiri. Jangan sampe dia hebring sendiri juga, ga lucu juga ketawa.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>Dewasa</strong>. Orang yang berwawasan Islam, Cerdas, PD dan humoris belum tentu dewasa, makanya ini menjadi poin tersendiri. <strong>Dewasa bukan masalah umur</strong> tapi lebih cenderung kepada respon seseorang ketika menghadapi sesuatu. Orang yang dewasa biasanya lebih mampu mengontrol emosi. Ini penting banget, karena aku sering muncul sifat kekanak-kanakannya hehehehe.. makanya awet muda kali ya ?</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>Gaul</strong><strong> yang terarah</strong>. Aku pengen banget punya soulmate yang ga milih-milih teman (tentu aja harus dipilah… yang membawa kepada kemudharatan berarti bukan teman). Aku punya seabrek teman dan Aku ingin dia juga ikut bahagia karena akhirnya punya banyak teman juga. Gitupun Aku, Aku akan sangat bahagia bila dikenalkan ama teman-temannya yang seabrek. Untuk meluaskan silaturahmi jadi kerja yang mudah kan? Tinggal aja saling diperkenalkan… Kebayang serunya….!! Kalau dia punya banyak teman, artinya juga dia tak akan asal cemburu, ya ga ? Masa sih aku harus kehilangan teman yang udah setia puluhan tahun cuma gara-gara satu orang masuk dalam kehidupanku dalam bentuk pernikahan.  Dikabulin ya Rabb, pleasee&#8230;. ?</li>
</ol>
<ol>
<li>Kharismatic, means dia punya inner “power” yang bikin I always admire and honor him. Not complicated kok… Biasanya orang yang punya kekuatan ini, tanpa dia ngomongpun orang dah ngerti yang diingikannya and tanpa harus disuruh must obey him. Eit jangan salah, kharisma totally different with otoriter.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>Sehat lahir dan batin</strong>. Aku belum se – shaleha muslimah lain hingga ini juga jadi pertimbangan. Lain lagi klo dah jadi suami… Saat dia dapat ujian sakit, tugas kitalah ngerawatnya, with full of love, of course.  Insya Allah…</li>
</ol>
<p>Termasuk juga ga Bau Badan, ga Bau Mulut, Bau Kaki, ga Bau rokok, dst … orang yang ngerokok susah kan ya dikategorikan pada sehat lahir dan batin J.</p>
<ol>
<li><strong>Good looking</strong>. Bukan berarti harus handsome seperti Richard Gere karena sekali lagi klo Aku udah love, dia pasti akan jadi the most handsome man for me. At least, dia terlihat ganteng di antara yang jelek dan tidak terlihat jelek di antara yang ganteng… Hehehe.. ga kayak gitu juga. Standar aja lah…. Yang penting dia ga minder jalan di samping Aku… hahaha ini mah kepedean ya ?</li>
</ol>
<ol>
<li>SINGLE alias ga sedang terikat pernikahan dengan perempuan lain. (penting&#8230; penting&#8230; dan sangat penting !)</li>
</ol>
<p>Eit, ada yang protes ya ? Apa ? Standarku ketinggian ? … Masa sih ?</p>
<p>Bukankah 9 sifat di atas (kecuali single) emang dimiliki setiap manusia ? Hanya kadarnya kok yang ngebedain. Nah, kadar ini akan ditentukan oleh KLIK ato ga nya aku and the man with 10 criteria tersebut. Lebih gampangnya mah gini : <strong>SEIMAN, SINGLE dan hatiku bilang &#8220;THIS IS THE MAN that  I HAVE BEEN LOOKING FOR”</strong>. Manusia sah aja punya kriteria istri/suami idaman, TAKDIR kan tetap MILIK ALLAH.</p>
<p>Biar aja orang mau protes tentang kriteria yang aku ajuin (lagian aku udah nemu orang dengan 10 kriteria di atas kok). Masa mau masuk perguruan tinggi atau melamar kerja yang hanya untuk sekian tahun, orang boleh memaksa kita untuk menjalani seleksi sesuai dengan kriteria yang mereka butuhin, trus kita yang mau terikat kontrak seumur hidup (insya Allah.. Amin) dengan pasangan hidup ga boleh punya kriteria sih ? Aneh banget jalan pikirannya klo gitu.</p>
<p>Kita ada di atas dunia sebagai MANUSIA saja sudah dianggap berkualitas, trus ketika diberi kasih sayang, dirawat dan dididik oleh ortu .. kualitas kita sebagai manusia makin meningkat donk, ditambah lagi banyak potensi yang dititipkan Allah&#8230; makin lagi donk kualitas kita nambah&#8230;&#8230;&#8230;  Masa hanya karena dituntut untuk MENIKAH, kita harus menurunkan kualitas. Buat aku MENIKAH harus membuat kualitas pribadi, hidup dan imanku semakin MENINGKAT. Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan nikmat hidup yang diberikan Allah, maka MENINGKATKAN KUALITAS atau setidaknya MENJAGA KUALITAS aku artikan sebagai WUJUD SYUKUR kepada ALLAH.</p>
<p>Begitu teman&#8230;.  Jangan pusing oleh JODOH selagi kita tetap berniat, berikhtiar dan berdoa. Peduli amat kata orang&#8230; Yang paling penting adalah IKUTI KATA HATI YANG TERPATRI KUAT DENGAN YANG MEMILIKI HATI.. yaitu ALLAH, SANG KHALIK.  Amin</p>
<p>patrarinadewi.multiply.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diani03.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diani03.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diani03.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diani03.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diani03.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diani03.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diani03.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diani03.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diani03.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diani03.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=42&subd=diani03&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diani03.wordpress.com/2009/10/04/42/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9168283a4df9152fb35a28d6cde49fa3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diani03</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalam Sebuah Keikhlasan&#8230;</title>
		<link>http://diani03.wordpress.com/2008/06/01/dalam-sebuah-keikhlasan/</link>
		<comments>http://diani03.wordpress.com/2008/06/01/dalam-sebuah-keikhlasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 04:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diani03</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diani03.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahiim.
Sepasang suami istri yang telah mengarungi rumah tangga dalam waktu yang lama bukanlah suatu perkara yang mudah. Bergagai Halangan , rintangan dan masalah telah menerpa biduk yang sedang ditumpangi 2 orang anak manusia.. Sepasang suami istri, yang dimulai dengan dua individu yang berbeda, berasal dari “perut ibu” yang berbeda, pendidikan keluarga yang berbeda, kultur budaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=36&subd=diani03&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:blue;"><strong>Bismillahirrahmanirrahiim.</strong></span></p>
<p>Sepasang suami istri yang telah mengarungi rumah tangga dalam waktu yang lama bukanlah suatu perkara yang mudah. Bergagai Halangan , rintangan dan masalah telah menerpa biduk yang sedang ditumpangi 2 orang anak manusia.. Sepasang suami istri, yang dimulai dengan dua individu yang berbeda, berasal dari “perut ibu” yang berbeda, pendidikan keluarga yang berbeda, kultur budaya yang berbeda sifat dan kebiasaan yang berbeda dipertemukan dalam suatu ikatan yang suci bernama <strong>“PERNIKAHAN”.</strong></p>
<p>Pernikahan adalah suatu ibadah. Sebelum memilih dan memastikan diri untuk menikah dengan seseorang tentunya sudah melalui berbagai macam ikhtiar hingga memutuskan untuk menikah. Bukan perkara yang gampang mengakhiri masa “lajang” dan mengikatkan diri dengan seseorang yang diri kita sendiri belum tahu apakah ianya adalah jodoh kita. Namun, jika sudah terjadi suatu pernikahan yakinkanlah pada diri bahwa suami atau istri kita adalah <strong>JODOH KITA</strong>.</p>
<p>Memang bukan suatu pekerjaan yang mudah untuk mempertahankan suatu hubungan antara dua individu berbeda yang dimaksud disini yaitu <strong>SUAMI-ISTRI</strong>. Kalaupun ada persamaan itu hanya sedikit saja dari berbagai macam perbedaan yang ada. Dan bukan jaminan bahwa persamaan itu akan menguatkan hubungan yang telah terjalin. <strong><em>“Inna mal ‘amalu binniyah”, </em> </strong> segala sesuatu perbuatan itu berawal dari niat. Jika niat untuk menikah tidak berdasarkan ibadah kita kepada Allah, maka siap-siaplah menanggung akibat atas perbuatan kita.</p>
<p>Keputusan menjadi suami atau istri atas seseorang juga dibutuhkan keikhlasan, tidak hanya sekedar niat melaksanakan ibadah. Ibadah dilakukan karena suatu kebutuhan kita sebagai makhluk akan Allah Sang Khalik untuk tempat menyandarkan hati dan jiwa, sekaligus tempat memohon pertolongan dan perlindungan. Dan ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal seorang makhluk, dan harus selalu mencontoh setiap perbuatan dan ucapan Rasulullah SWT dalam beribadah.</p>
<p><strong><em>“Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien(agama) kepadaNya, dengan mentauhidkanNya.” (Al Bayyinah 5)</em></strong></p>
<p>Ikhlas adalah meniatkan ibadah hanya untuk mengharapkan keridhoaan dan perhatian Allah semata dan tiada tujuan lain selain darinya. Menikah adalah suatu ibadah dan dilandasi keikhlasan untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan. Jika pernah terlontar rasa ketidak puasan terhadap pasangan dan ingin mengakhiri hubungan  berarti pernikahan yang dijalani bukan berlandaskan keikhlasan beribadah. Apalagi belum dilakukan usaha atau ikhtiar untuk menutupi kekurangan pasangan dan tiba-tiba berencana untuk mengakhiri hubungan. Segala sesuatu yang dilakukan oleh pasangan suami istri untuk melanggengkan pernikahannya juga adalah suatu ibadah. Dan segala usaha itu merupakan hal dalam rangka menggenapkan sebagian ibadah agamanya.</p>
<p>Janganlah kita meremehkan keikhlasan dan melalaikannya. Pada hari kiamat kelak orang-orang yang lalai akan mendapatkan bahwa kebaikan-kebaikan yang dilakukan mereka berubah menjadi keburukan. Ibadah tidak diterima Allah, dan akhirnya mendapat balasan berupa siksa api neraka.</p>
<p><strong><em>“Katakanlah, maukah Kami kabarkan tentang orang yang paling merugi amalan mereka ? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedang mereka menyangka telah mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi 103-104).</em></strong></p>
<p>Bersabarlah dalam mempertahankan hubungan pernikahan dan selalu ikhlas menerima kekurangan pasangan dan berusaha menuju kebaikan dunia akhirat. Sesungguhnya dunia ini fana dan hanya sebentar sedang akhirat itu kekal. Bersabarlah dan ikhlaslah selama di dunia, karena kita tidak akan mampu bersabar dengan siksa api neraka walaupun sebentar.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em>Nb: Afwan jika tulisan ini terkesan menggurui, padahal saya sendiri belum melakukan ibadah yang dimaksud. Tulisan ini terukir berdasarkan pengalaman pribadi. Dan menjadikan peristiwa itu sebagai cemeti bagi diri. Insya Allah</em>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/diani03.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/diani03.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diani03.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diani03.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diani03.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diani03.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diani03.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diani03.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diani03.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diani03.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diani03.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diani03.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=36&subd=diani03&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diani03.wordpress.com/2008/06/01/dalam-sebuah-keikhlasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9168283a4df9152fb35a28d6cde49fa3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diani03</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuasaan Allah Pada Seekor LALAT</title>
		<link>http://diani03.wordpress.com/2008/06/01/kekuasaan-allah-pada-seekor-lalat/</link>
		<comments>http://diani03.wordpress.com/2008/06/01/kekuasaan-allah-pada-seekor-lalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 04:17:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diani03</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diani03.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[








Semua kita pasti tahu, apa itu lalat! Ya, ia seekor makhluk Allah subhanahu wata&#8217;aala yang dikenal suka hinggap di tempat-tempat yang jorok dan banyak membawa penyakit/kuman. Sekalipun begitu, ia ada disebutkan di dalam al-Qur`an dan juga hadits nabawi. Lantas, apa keistimewaannya, sehingga Allah subhanahu wata&#8217;aala menyebut dan menyinggungnya? Adakah hikmah di balik itu? Bagaimana kedudukannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=34&subd=diani03&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table style="height:2px;" border="0" width="688">
<tbody>
<tr>
<td valign="middle"></td>
<td valign="middle"></td>
<td style="font-size:smaller;" height="20" align="right" valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Semua kita pasti tahu, apa itu lalat! Ya, ia seekor makhluk Allah subhanahu wata&#8217;aala yang dikenal suka hinggap di tempat-tempat yang jorok dan banyak membawa penyakit/kuman. Sekalipun begitu, ia ada disebutkan di dalam al-Qur`an dan juga hadits nabawi. Lantas, apa keistimewaannya, sehingga Allah subhanahu wata&#8217;aala menyebut dan menyinggungnya? Adakah hikmah di balik itu? Bagaimana kedudukannya di dalam hadits nabi shallallahu &#8216;alahi wasallam? Adakah pernyataan ilmiah yang menunjukkan keistimewaannya? Melalui halaman yang singkat ini, Insya Allah subhanahu wata&#8217;aala kita akan menyinggung secara ringkas tema-tema tersebut.</p>
<p><strong>Lalat di Dalam al-Qur`an</strong></p>
<p>Lalat yang di dalam bahasa Arabnya, &#8220;adz-Dzubab&#8221; disinggung dalam satu ayat, yaitu ayat 73, surah al-Hajj. Allah subhanahu wata&#8217;aala berfirman, artinya, &#8220;Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.&#8221; (QS.al-Hajj:73)</p>
<p>Dalam ayat ini terdapat seruan agar bertauhid kepada Allah subhanahu wata&#8217;aala dan kecaman terhadap kesyirikan dan orang-orang Musyrik. Sebagaimana dinyatakan Ibn Katsir rahimahullah dalam ayat ini Allah subhanahu wata&#8217;aala mengingatkan betapa hina-dinanya berhala-berhala itu dan betapa piciknya akal para penyembahnya.</p>
<p>Apa yang disembah orang-orang jahil dan musyrik itu diberi perumpamaan dengan sesuatu yang hina, yaitu seekor lalat. Bahwa sekalipun semua sesembahan mereka yang berupa berhala-berhala dan patung-patung itu berkumpul untuk menciptakan seekor lalat saja, benda-benda mati itu tidak akan pernah mampu melakukannya. Padahal apalah arti seekor lalat; makhluk yang sangat hina dan jorok. Bahkan, jangankan menciptakan, bila ada seekor lalat merampas sesuatu dari tubuhnya, berhala-berhala itu tak mampu untuk melindungi diri sendiri. Jadi alangkah lemah dan hinanya berhala-berhala itu, bilamana seekor lalat yang dikenal lemah dan jorok justeru lebih kuat darinya. Karena itu, keduanya sama-sama lemah, baik lalat maupun berhala-berhala itu.</p>
<p>Syaikh Abu Bakar al-Jaza`iri mengatakan, “Dibuatnya permisalan dengan seekor lalat itu merupakan sesuatu yang baik dalam bahasa Arab, karena dapat lebih mendekatkan kepada pemahaman.”</p>
<p>Allah subhanahu wata&#8217;aala menyebutkan sesuatu di dalam al-Qur`an bukan asal sebut. Pasti ada nilai lebih dari apa yang disebutkan itu. Contohnya, Allah subhanahu wata&#8217;aala banyak bersumpah dengan makhluk ciptaan-Nya seperti matahari, waktu Dhuha, dan seterusnya. Itu semua karena apa yang dijadikan objek sumpah itu memiliki nilai lebih di sisi Allah subhanahu wata&#8217;aala. Dan terbukti secara ilmiah kemanfaatannya bagi alam semesta ini, tak terkecuali penyebutan seekor lalat.</p>
<p><strong>Lalat di Dalam Hadits Nabi shallallahu &#8216;alahi wasallam</strong></p>
<p>Bilamana di dalam al-Qur`an hanya disebutkan dalam satu ayat saja, maka di dalam hadits nabi shallallahu &#8216;alahi wasallam penyebutannya lebih banyak. Salah satunya, terkait dengan adanya &#8216;dualisme&#8217; dalam diri lalat itu. Artinya, di satu sisi pada dirinya itu terdapat racun, namun di sisi yang lain justru sebagai penawarnya alias pada kedua sayapnya.</p>
<p>Di antara hadits-hadits itu adalah sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wasallam bersabda, &#8220;Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskanlah (buanglah), karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat (penawar).&#8221; (HR. al-Bukhari)</p>
<p>Hadits mengenai hal ini cukup banyak dan dipaparkan dengan redaksi yang hampir mirip.</p>
<p>Sepintas, hadits ini bagi kelompok yang berlebihan dalam mengkultuskan akal, seperti kelompok Mu&#8217;tazilah dan para Orientalis, hadits ini dianggap irrasional (tidak masuk akal). Sebab menurut akal mereka, bagaimana mungkin dapat diterima kenyataan bahwa lalat yang menjijikkan itu memiliki penyakit (racun) sekaligus obat (penawar). Apalagi bila ia terjatuh pada minuman, maka harus dibenamkan semua badannya agar minuman tersebut dapat dikonsumsi lagi dan tidak membahayakan. Sungguh menjijikkan.!!</p>
<p>Tetapi realitasnya, hadits tersebut dari sisi kualitasnya adalah hadits yang shahih. Karena itu, tidak ada tempat dan alasan untuk menolaknya, sebab yang mengucapkannya adalah Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alahi wasallam yang tidak mengatakan sesuatu kecuali berdasarkan wahyu Allah subhanahu wata&#8217;aala (QS. an-Najm:3).</p>
<p>Bagi orang beriman, bilamana telah terbukti secara valid dan kuat keshahihan kualitas suatu hadits, maka terlebih dulu ia harus meyakini kebenarannya, terlepas apakah ada hikmah di balik itu ataukah tidak! Hadits ini termasuk mukjizat Nabi shallallahu &#8216;alahi wasallam dari sisi ilmiah. Lalu, apakah memang terbukti secara ilmiah demikian.?</p>
<p><strong>Pernyataan Ilmiah Tentang Lalat</strong></p>
<p>Seiring dengan perkembangan zaman dan majunya dunia ilmu pengetahuan, tampak jelaslah kebenaran hadits Nabi shallallahu &#8216;alahi wasallam tentang lalat. Dalam hal ini, dunia kedokteran berhasil membuktikan keilmiahan ucapan Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wasallam itu.</p>
<p>Prof.DR.Amin Ridha menjelaskan beberapa poin tentang kenyataan tersebut, di antaranya, &#8220;… Ketiga, tidak benar kalau dikatakan bahwa dunia kedokteran belum pernah mengadakan pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan lalat. Lalat pernah digunakan sebagai obat bagi penyakit borok menahun dan paru (Frambosia Tropica), yang terjadi pada 30 tahun pertama abad ke-20, sebelum struktur kimia sulfa ditemukan.</p>
<p>Untuk keperluan itu, lalat dipelihara secara khusus. Penemuan membuktikan bahwa lalat mengandung virus pembunuh kuman (bakterial). Dari penelitian itu ditemukan, bahwa lalat di samping membawa kuman-kuman penyakit, ia juga membawa bakterial yang membunuh kuman-kuman. Penelitian ini terhenti karena di saat yang bersamaan, ditemukan struktur kimia sulfa.</p>
<p>Keempat, Hadits tentang lalat menginformasikan adanya sejenis racun pada lalat. Kenyataan ini baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern dua abad belakangan. Sebelumnya, bisa jadi orang tidak mempercayai kebenaran hadits tentang lalat ini. Jika sudah ditemukan bahwa lalat selain membawa penyakit, ia juga mengandung bakterial pembunuh kuman, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui:</p>
<p>Tidak benar, kuman yang dibawa lalat berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit.</p>
<p>Tidak benar, banyaknya kuman yang dibawa oleh lalat cukup untuk menimbulkan penyakit bagi orang yang menelan kuman itu.</p>
<p>Tidak benar, tubuh manusia dapat terhindar sama sekali dari semua kuman berbahaya. Kalau seandainya begitu, justeru itulah yang sangat berbahaya bagi manusia. Sebab jika tubuh manusia berulang-ulang kemasukan kuman yang berbahaya dalam jumlah sedikit, maka kuman akan menjadi daya tahan terhadap kuman-kuman sejenisnya. Hadits tersebut memberikan informasi penting adanya kuman pada lalat, yang berlawanan dengan racun yang dibawanya. Ini membuktikan bahwa bakteri, virus dan kuman sejenisnya saling berperang dan saling mematikan; yang satu membunuh yang lain dengan jalan mengeluarkan zat beracun. Zat beracun ini yang kemudian digunakan sebagai bahan pengobatan yang lazim disebut antibiotika, seperti: Penicilin dan Cloromicitin. Dan ini bukan saja ada pada lalat, hampir semua binatang berbisa ternyata bisanya itu malah menjadi penyembuh, jika dijadikan sebagai obat. Segala sesuatu yang belum ditemukan dan belum diteliti oleh ilmu pengetahuan jangan diramalkan. Tetapi penelitian harus dilakukan selengkap dan sesempurna mungkin dan tidak boleh dihentikan. Oleh karena itu, merupakan tindakan yang salah jika tergesa-gesa menilai ketidakrasionalan hadits tentang lalat ini tanpa bukti dari hasil penelitian ilmiah modern.&#8221;</p>
<p>Perlu diketahui, lalat hinggap pada barang-barang yang dipenuhi kuman-kuman, yang dapat menim-bulkan berbagai macam penyakit. Sebagian kuman itu berpindah<br />
ke organ tubuh lalat, dan sebagian lainnya dimakan. Dari kuman-kuman ini terbentuk unsur toxine di dalam tubuhnya, yang menurut istilah medis disebut antibakteria. Dialah yang bertugas membunuh berbagai kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini tidak mungkin bertahan hidup atau mempengaruhi tubuh manusia, selagi masih ada antibakteria, khususnya pada salah satu sayap lalat.</p>
<p>Karenanya, ia mampu mengarahkan bakteri ke arahnya, maka jika ada lalat yang jatuh pada makanan atau minuman, lalu kuman yang menempel pada sebagian organ tubuhnya berpindah ke makanan atau minuman, maka antibakteria yang juga dibawa lalat pada salah satu sayapnya akan bekerja membunuh kuman. Bila di sana ada penyakit, maka obatnya juga tidak akan jauh dari penyakit itu. Maka lalat tersebut dapat dibenamkan secara keseluruhan, baru kemudian dibuang. Hal ini sudah cukup untuk membunuh kuman yang dibawa lalat dan akan merusak kerja kuman tersebut. Selain itu, lalat bisa menyuburkan pembenihan kuman beberapa penyakit. Setelah beberapa saat kuman itu pun mati dan pengaruhnya tidak tampak. Kemudian dalam lalat itu terbentuk unsur yang membunuh kuman-kuman yang dinamakan anti-bakteria. Apabila inti lalat diletakkan pada larutan yang bersih, maka akan diketahui empat macam kuman yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, namun ada pula empat macam unsur yang mampu membunuh empat macam kuman itu, wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>(Sumber: a. Tafsir Ibn Katsir, b. Aysar at-Tafasir karya Abu Bakar al-Jaza`iri, c. Majalah at-Tauhid,Vol.V, 1977; Musykilat al-Ahadits an-Nabawiyyah karya Abdullah Ibn Al Najdi al-Qushaimi [seperti dinukil dari makalah oleh Helmy Yusuf]) Abu Hafshoh</p>
<p>diambil dari :http://alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&amp;id=483</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/diani03.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/diani03.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diani03.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diani03.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diani03.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diani03.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diani03.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diani03.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diani03.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diani03.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diani03.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diani03.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=34&subd=diani03&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diani03.wordpress.com/2008/06/01/kekuasaan-allah-pada-seekor-lalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9168283a4df9152fb35a28d6cde49fa3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diani03</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HARI KEKASIH HANYA SEKEDAR SUKA-SUKA???</title>
		<link>http://diani03.wordpress.com/2008/02/18/hari-kekasih-hanya-sekedar-suka-suka/</link>
		<comments>http://diani03.wordpress.com/2008/02/18/hari-kekasih-hanya-sekedar-suka-suka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 06:34:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diani03</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diani03.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: MOHD. FARID MD
TANGGAL 14 Februari, tibalah hari yang dikomersialkan sebagai Valentine’s Day atau Hari Kekasih.
Hari yang ditunggu-tunggu oleh sesetengah pasangan kekasih bukan Islam untuk bertemu, meluahkan perasaan cinta masing serta bertukar-tukar hadiah.
Malangnya dewasa ini semakin ramai pula umat Islam terutamanya golongan remaja yang terpengaruh dengan acara sambutannya dan turut merayakannya. Malah ada yang bertindak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=21&subd=diani03&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Oleh: MOHD. FARID MD</p>
<p>TANGGAL 14 Februari, tibalah hari yang dikomersialkan sebagai Valentine’s Day atau Hari Kekasih.</p>
<p>Hari yang ditunggu-tunggu oleh sesetengah pasangan kekasih bukan Islam untuk bertemu, meluahkan perasaan cinta masing serta bertukar-tukar hadiah.</p>
<p>Malangnya dewasa ini semakin ramai pula umat Islam terutamanya golongan remaja yang terpengaruh dengan acara sambutannya dan turut merayakannya. Malah ada yang bertindak di luar batasan sehingga timbul gejala sosial lain seperti perzinaan, rogol dan sebagainya. Akibatnya sangat buruk bukan sahaja kepada remaja itu sendiri, tetapi juga kepada keluarga, generasi akan datang serta pada agama dan negara.</p>
<p>Usaha pihak yang tampil untuk memperjelas berkenaan larangan menyambut hari ini patut dipuji. Hal ini membantu mengelakkan umat Islam daripada terjebak dengan program sambutan yang bercanggah dengan syariat Islam.</p>
<p>Namun ironinya pada masa yang sama kedapatan juga pihak mempromosikan sambutan hari ini yang mana kumpulan sasarannya adalah golongan belia Islam itu sendiri. Ibarat satu pihak berusaha membina sebuah kota tetapi satu pihak berusaha merobohkan kota yang terbina.<span id="more-21"></span></p>
<p>Dalam situasi sosial yang meruncing ini, strategi terbaik buat remaja Islam hari ini adalah dengan membina kekuatan dalaman yang berlandaskan faktor keilmuan dan keimanan. Berkenaan faktor keilmuan, penjelasan berkenaan larangan menyambut Hari Kekasih perlu disebarkan agar remaja memahaminya.</p>
<p>Faktor keimanan pula berperanan menentukan pertimbangan remaja sama ada mahu menerima penjelasan tersebut atau tidak. Bagi yang berfikir dan melihat dengan mata hati, mereka akan menerima serta mengelakkan diri daripada menyambut Hari Kekasih.</p>
<p>Namun ada yang berdegil menyambut Hari Kekasih walaupun setelah mengetahui penjelasan berkenaan isu tersebut, maka ditakuti bahawa pertimbangan remaja tersebut didorong oleh perasaan nafsu diri. Malah ada yang meluahkan hujah yang pelbagai demi menjustifikasikan sambutan tersebut.</p>
<p>Ada yang menyatakan bahawa mereka bukannya menyambut Hari Kekasih secara berlebih-lebihan, hanya sekadar kiriman satu khidmat pesanan ringkas (SMS) atau sekuntum bunga. Besar atau kecil sambutan yang dilakukan bukanlah persoalannya, tetapi pokok pangkalnya niat beserta tindakan walau sekecil mana demi menyambutnya adalah perlu untuk dielakkan.</p>
<p>Ada pula yang mempersoal tidaklah salah menjadikan satu hari khas untuk berkasih-sayang seperti 14 Februari ini. Malah ditambah dengan hujah mereka bahawa bukannya mereka bermaksud mengingati peristiwa sejarah berkenaan tarikh tersebut. Ada pula yang menyatakan bahawa mereka sekadar suka-suka menyambutnya di samping mengeratkan tali persahabatan.</p>
<p>Terdapat pelbagai punca yang menyebabkan remaja terikut-ikut dengan budaya ini. Pertama, kalangan remaja Muslim tidak tahu latar belakang sejarah Valentine’s Day, sehingga mereka tidak merasa bersalah untuk mengikutinya.</p>
<p>Dalam erti kata lain, terdapat remaja Muslim yang memiliki kesedaran mengenai sejarah yang rendah. Sejarah Valentine’s Day dikatakan berasal dari kisah seorang paderi Kristian yang dihukum bunuh kerana mempertahan tindakannya mengahwinkan ramai askar secara rahsia sedangkan undang-undang Rom ketika itu menghalang golongan muda berkahwin sebaliknya dikerah untuk menjadi tentera.</p>
<p>Apabila hal ini berlaku di celah-celah ceteknya pengetahuan tentang sejarah serta kerapuhan benteng iman, remaja Muslim tidak mampu untuk menolak budaya ini, lalu menganggap bahawa ini adalah sebahagian daripada perayaan global dan tidak berkaitan dengan agama.</p>
<p>Hilangnya jati diri di kalangan remaja Muslim memburukkan lagi situasi ini, lalu remaja Muslim bagai terikut-ikut dengan budaya asing ini terutama bagi mereka yang sedang dilamun cinta.</p>
<p>Banyak lagi punca yang menyebabkan remaja terikut-ikut budaya ini , tetapi apa yang penting di sini adalah peranan yang harus dimainkan oleh banyak pihak dalam menyedarkan remaja akan hal ini.</p>
<p><u><b>Cinta yang hakiki</b></u></p>
<p>Realitinya, Islam adalah agama yang praktikal, adil dan tidak mengongkong. Islam agama yang mengatur kehidupan dengan lebih sempurna. Islam tidak pernah menyekat hubungan kasih-sayang di antara umatnya, tetapi perlu melalui saluran yang dibenarkan oleh syarak.</p>
<p>Cinta yang utama adalah cinta kepada Allah <img src="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" alt="(SWT)" style="border:0 none;" border="0" />, Rasul-Nya, dan jihad di jalan-Nya. Cinta hakiki yang berlandaskan iman akan melahirkan cahaya keinsafan kepada hakikat diri dan penciptaan. Cinta hakiki akan melahirkan jiwa rela berkorban dan mampu menundukkan hawa nafsu. Cinta Ilahi akan memandu manusia supaya hidup lebih bererti.</p>
<p>Kasih sesama makhluk pada sifatnya adalah tidak kekal, ia bergantung kepada keadaan, tetapi kasih hamba kepada pencipta-Nya dengan iman dan takwa, manakala kasih Pencipta kepada hamba berkekalan.</p>
<p>Hal ini jelas sebagaimana firman Allah <img src="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" alt="(SWT)" style="border:0 none;" border="0" /> s.w.t. yang bermaksud:</p>
<blockquote><p>Katakanlah (Wahai Muhammad): Jika benar kamu mengasihi Allah <img src="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" alt="(SWT)" style="border:0 none;" border="0" /> maka ikutilah aku, nescaya Allah <img src="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" alt="(SWT)" style="border:0 none;" border="0" /> mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah), Allah <img src="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" alt="(SWT)" style="border:0 none;" border="0" /> Maha Pengampun lagi Maha Mengetahui. (Ali Imran: 31).</p></blockquote>
<p>Islam memandang cinta kasih itu sebagai rahmat daripada Allah <img src="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" alt="(SWT)" style="border:0 none;" border="0" />. Maka, seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai saudaranya seumpama dia mencinta dirinya sendiri (riwayat Muslim).</p>
<p>Perumpamaan kasih sayang seorang mukmin umpama tubuh; jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka tubuh yang lainnya turut berasa sakit. (riwayat Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Justeru, di mata Islam mencintai dan dicintai itu adalah suatu yang suci yang harus disuburkan dalam dada setiap pemeluknya tidak kira masa, keadaan dan tempat. Oleh sebab itu, Islam menghalalkan perkahwinan sebagai saluran yang betul untuk meluahkan perasaan cinta dan keinginan berkasih- sayang. Pun begitu, sebagai remaja, janganlah kita lupa bahawa kasih-sayang kepada ibu bapa, keluarga, agama, bangsa dan negara juga adalah sebahagian daripada tuntutan agama.</p>
<p><b><u>Peranan banyak pihak</u></b></p>
<p>Ibu bapa adalah pihak terdekat dengan anak-anak dalam mendidik mereka agar tidak menyambut Hari Kekasih. Hal ini merangkumi perbincangan ilmiah dengan anak-anak agar mereka faham berkenaan maksud larangan meraikannya. Bagi ibu bapa yang kurang arif untuk menjelaskannya kepada anak-anak secara berkesan, mereka boleh memberikan artikel-artikel yang berkaitan untuk dibaca.</p>
<p>Kesan globalisasi pada hari ini ternyata menuntut pihak ibu bapa agar lebih berketrampilan dari segi intelektual demi menangkis serangan pemikiran (ghazwatul fikr) Barat daripada menguasai minda anak-anak.</p>
<p>Ibu bapa harus menyuburkan perasaan kasih-sayang yang berlandaskan keimanan dan tidak hanya menjurus kepada memenuhi keperluan diri dan nafsu.</p>
<p>Ibu bapa boleh menunjukkan contoh yang baik dengan bergaul secara berhikmah, bijaksana serta berlemah lembut dengan ahli keluarga. Aktiviti-aktiviti boleh dilakukan secara berjemaah, serta pemberian hadiah tidak semestinya pada hari-hari tertentu, tetapi juga pada hari-hari biasa.</p>
<p>Dengan ini, anak-anak memahami bahawa kasih-sayang bukanlah terletak kepada motif pemberian tersebut, tetapi lebih kepada mengekalkan hubungan baik serta dapat bersama-sama menuju ke jalan yang diredai.</p>
<p>Peranan media dan masyarakat juga amat penting dalam membantu remaja untuk memahami mengapa mereka tidak harus terikut-ikut dengan budaya ini. Media berperanan mendidik masyarakat melalui tulisan, rancangan serta program-program supaya manusia memahami bahawa cinta bukanlah berlandaskan kepada nafsu semata-mata.</p>
<p>Masyarakat juga harus berperanan sebagai agen pendidik iaitu tidak menyertai ‘perayaan’ ini dan para peniaga tidak pula mengambil kesempatan di atas sambutan ini dengan mengadakan sambutan besar-besaran di kompleks beli belah, kedai-kedai cenderamata dan sebagainya.</p>
<p>Justeru, banyak pihak boleh membantu dalam mendidik remaja supaya tidak mengikut budaya asing ini tanpa memahami akan natijahnya.</p>
<p><b><u>Kesimpulan</u></b></p>
<p>Kasih sayang dalam Islam bersifat universal. Ia tidak dibatasi ruang dan waktu, juga tidak dibatasi objek dan motif. Kasih-sayang diwujudkan dalam bentuk yang nyata seperti silaturahim, menjenguk yang sakit, meringankan beban jiran tetangga yang sedang ditimpa musibah, mendamaikan orang yang bertelagah, mengajak kepada kebenaran dan mencegah perbuatan munkar.</p>
<p>Dalam pada itu, Islam tidak melarang kita saling mengenali adat resam serta budaya umat lain selagi tidak melewati batasan yang ditetapkan. Bagi perkara yang jelas bercanggah dengan ajaran Islam, maka kita perlu menjauhinya sebagaimana firman Allah <img src="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" alt="(SWT)" style="border:0 none;" border="0" /> dalam surah Al-Kaafiruun yang bermaksud: Bagi kamu agama kamu dan bagiku agamaku.</p>
<p>Sudah saatnya remaja Islam sedar dari kejahilan dan bangkit ke arah masa depan yang lebih baik. Kalau tidak sekarang bila lagi, kalau bukan kita, lalu siapa lagi</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/diani03.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/diani03.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diani03.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diani03.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diani03.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diani03.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diani03.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diani03.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diani03.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diani03.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diani03.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diani03.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=21&subd=diani03&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diani03.wordpress.com/2008/02/18/hari-kekasih-hanya-sekedar-suka-suka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9168283a4df9152fb35a28d6cde49fa3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diani03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(SWT)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(SWT)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(SWT)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(SWT)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(SWT)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(SWT)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurjeehan.hadithuna.com/wp-content/plugins/islamicpraise/images/allah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(SWT)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mitos-mitos sesat di tengah Masyarakat</title>
		<link>http://diani03.wordpress.com/2008/02/08/mitos-mitos-sesat-di-tengah-masyarakat/</link>
		<comments>http://diani03.wordpress.com/2008/02/08/mitos-mitos-sesat-di-tengah-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 09:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diani03</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diani03.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw bersabda: &#8221; Tidak ada &#8216;Adwa (penularan), tidak ada tathayyur (mengundi nasib dengan burung)  dan tidak ada hammah (burung hantu) dan tidak ada shafar (larangan bulan atau hari) dalam riwayat Muslim ditambahkan tidak ada nau&#8217; (rasi bintang) dan tidak ada ghul (hantu).&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).
   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=8&subd=diani03&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw bersabda: &#8221; Tidak ada &#8216;Adwa (penularan), tidak ada tathayyur (mengundi nasib dengan burung)  dan tidak ada hammah (burung hantu) dan tidak ada shafar (larangan bulan atau hari) dalam riwayat Muslim ditambahkan tidak ada nau&#8217; (rasi bintang) dan tidak ada ghul (hantu).&#8221; <i>(HR. Bukhari dan Muslim).</i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/diani03.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/diani03.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diani03.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diani03.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diani03.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diani03.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diani03.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diani03.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diani03.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diani03.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diani03.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diani03.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diani03.wordpress.com&blog=2786510&post=8&subd=diani03&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diani03.wordpress.com/2008/02/08/mitos-mitos-sesat-di-tengah-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9168283a4df9152fb35a28d6cde49fa3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diani03</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>